He: Would you like to dance?
She: Not with you.
He: Oh, come on. Lower your standards a little, I just did.
Is your name Gillette? Because you're the best a man can get
He: I'm sorry, were you talking to me?
She: No.
He: Well then, please start.
Do you have any raisins? No? How about a date?
Are you religious? Good, because I'm the answer to your prayers.
Are you lost ma'am? Because heaven's a long way from here.
Girl, you better have a license, cuz you are driving me crazy!
Feel you like those, guys?
Check this out!
Dari Milis chicklitindonesiaHari 1.
Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal didekat rumahnya.
cadel: "bang, beli nasi goleng satu"
abang: "apa...?" (.....ngeledek.)
cadel: "Nasi Goleng!
abang: "Apaan...?(.....Ngeledek lagi.)
cadel: "Nasi Goleng!!!"
abang: "ohh nasi goleng..." Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal, sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan "nasi goreng" dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.
Hari 2.
Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.
cadel: "bang...,saya mau beli NASI GORENG, bungkus!!!"
abang: "ohh...pake apa?"
cadel: "...pake telol..." Sambil sedih... Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata "telor" sampai benar.
Hari 3.
Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut-turut makan nasi goreng:
cadel: "bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR!!!
Bungkus!"
abang: "ceplok atau dadar ?"
cadel: "dadal..."
Dengan spontan. Kembali dia berlatih dengan keras.
Hari 4.
Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.
cadel: "bang...beli NASI GORENG, Pake TELOR, di DADAR!"
abang: "hebat kamu 'del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500 del."
si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya:
cadel: "bang.., kembaliannya?"
abang: "oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya berapa del?" sambil senyum ngeledek.
Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi.
Tapi akhirnya dia menjawab:"...GOPEK...!!!" Sambil tersenyum penuh kemenangan.
Moral Cerita :
INTI DALI CELITA INI ADALAH HIDUPLAH TELUS
DENGAN PENUH PELJUANGAN !!
JANGAN MENYELAH YACH !!
MELDEKA !!
Sogi: "Nama saya Dui, karena waktu hamil, ibu saya ngidamnya duit."
Ronny Dozer: "Nama saya Dona, karena waktu hamil, ibu saya ngidamnya donat."
Tikeu: "Nama saya Titi, karena waktu hamil, ibu saya ngidamnya..."
Wakakakak....
Eits, tapi jangan jorok dulu!
Tikeu: "...ngidamnya roti.."
Hahaha.. maksa pisan!
Asli, bagus banget nih joke!
(dari Extravaganza Spesial Malam Mingguan, TransTV, Sabtu, 17 Juni 2006)
Bulu ketek dikeriting biar jelek, gw bukan maling! Bulu ketek dicukurin biarin lu jelek, emang gw pikirin? Bulu ketek dicukurin emang udah gondrong! Bulu ketek di mulut lu.. Weks! dari: Ngelenong Nyok!, TransTV, Jumat 02/05/2006
Message 4
From: "Golom"
Date: Fri May 12, 2006 2:38am(PDT)
Subject: Santai sejenak di Akhir Pekan....:))
mari santai sejenak ....hehehe
dari milist tetangga ...moga bermanfaat....
thanks - golom
Wanita Menuntut Keadilan Saat Melahirkan
Zaman dulu, para wanita selalu akan menderita sakit kala melahirkan. Keadaan yang kurang adil ini kemudian berubah setelah kejadian berikut ini:
Para wanita secara bersama-sama memohon kepada dewa agar ditegakkan keadilan, yaitu supaya kaum lelakilah sebagai penyebab yang seharusnya menderita sakit di kala sang isteri melahirkan. Ternyata petisi ini dikabulkan, sehingga sejak saat itu apabila seorang isteri melahirkan, maka dengan mudah dan santai penuh perasaan ia dapat melahirkan anaknya sehingga hal ini sangat membantu ilmu kedokteran dalam menekan resiko melahirkan. Di samping itu secara mengenaskan sang suami yang mendampinginya di luar menggeliat-geliat serta meraung-raung kesakitan demi keselamatan sang isteri yang melahirkan. Para lelaki menganggap hal ini biasa, karena ini termasuk akan menambah bintang kepahlawanan pria dalam rumah tangga.
Tetapi, keadaan ini berubah sejak peristiwa dibawah ini :
Suatu waktu seorang wanita dari kalangan terkemuka disuatu kampung akan melahirkan. Para sanak keluarga dan para tetangganya sekampung ikut mengantarkan kelahiran ini dengan ikut menunggu di luar.Sang suami telah disediakan tempat tidur disamping sang isteri, lengkap dengan segala peralatan untuk mengantisipasi segala kemungkinan penderitaanya.
Saat melahirkan terjadi, sang istri dengan tenang penuh kasih sayang menjalankan kelahiran yang mulus ini. Tetapi, sang suami yang dengan tegang menunggu datangnya penderitaan tetap saja tidak
bergeming sampai terdengar pekikan sang anak. Yang sangat mengejutkan ternyata di luar terlihat kehebohan, ternyata Bapak Kepala Desa (Kades) berguling-guling serta berteriak-teriak kesakitan.
Semua khalayak terdiam sejenak, secara serentak semua ibu2 yang berada di sekitar itu secara diam2 dan bersungguh-sungguh berdoa kepada dewa:
"Biarlah semua penderitaan ini kamilah yang menanggung asalkan semua rahasia tetap menjadi milik kami!"
Nah, sejak saat itulah, setiap kejadian kelahiran akan disertai penderitaan yang ditanggung secara ikhlas oleh wanita.
Just joking, guys.. Please don't take it personal.
Halaman 364 CSD oleh Soe Hok Gie
"Ente tahu enggak, sungai Nil ane yang gali," kata si Mesir.
"Ente juga tidak tahu. Laut Merah ane yang sepuh," kata Arab.
"Ya, tapi lu juga nggak tahu, Laut Mati gue yang bunuh," kata Israel.
Lelucon-lelucon membuat dunia tetap segar.
Date: Mon, 1 May 2006 02:57:04 -0700 (PDT)
From: "susy"
Subject: BALADA WAKIDJAN
BALADA WAKIDJAN
Wakidjan begitu terpesonanya dengan permainan piano Nadine.
Sambil bertepuk tangan, ia berteriak, "Not a play! Not a play!"
Nadine bengong. "Not a play?"
"Yes. Not a play. Bukan main."
Tukidjo yang menemani Wakidjan terperangah.
"Bukan main itu bukan not a play, Djan."
"Your granny (Mbahmu). Humanly I have check my dictionary kok.(Orang saya sudah periksa di kamus kok)"
Lalu berpaling ke Nadine. "Lady, let's corner (Mojok yuk). But don't think that are nots (Jangan
berpikir yang bukan-bukan). I just want a meal together."
"Ngaco kamu, Djan," Tukidjo tambah gemes.
"Don't be surplus (Jangan berlebihan), Djo. Be wrong a little is OK toch.?"
Nadine cuman senyum kecil. "I would love to, but ..."
"Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak)" sambut Wakidjan ramah.
"Different river, maybe (Lain kali barangkali). I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok)."
Setelah Nadine pergi, Wakidjan menatap Tukidjo dengan sebal. "Disturbing aja sih, Djo. Does the language belong to your ancestor (Emang itu bahasa punya moyang lu)?"
Tukidjo cari kalimat penutup. "Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button." (Gatel aja, Djan, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe).
Wakidjan cuman bisa merutuk dalam hati, "His name is also effort." (Namanya juga usaha)
Ini joke gw sadur dari cerita Muluk, salah satu temen kuliah gw yang emang rada2 *telunjuk kanan rada miring di jidat*, hehehe... Kalo dialognya rada2 beda, ya gapapa kali, yee..
Muluk: Eh, kemaren kan gw ngapus tato beringin gw di sini *nunjuk ke lengan atas*. Tapi pas gw liat, akarnya masih ada *sambil ngangkat tangannya tinggi2, nunjukin bulu keteknya*
Gw n the gank: Huahahahahaha... Sialan lu, Luk!
Dari milis PSTC
Message: 3
Date: Thu, 8 Dec 2005 12:41:55 -0000
From: "mj"
Subject: (joke) first time
Setelah beberapa lama duduk di jok belakang sebuah taksi yg ia tumpangi, Om Tan menepuk pundak sopir taksi. Niatnya sih mau ngajak ngobrol, untuk menghilangkan kesal di perjalana. tapi tak disangka sama sekali, sopir kaget setengah mati sampai2 tanpa sengaja menginjak pedal gas hingga hampir menabrak mobil lain.
Setelah bisa menguasai keadaan, taksi berhenti.
"Maaf, Pak, jangan sekali-kali menepuk pundak saya lagi dari belakang."
Om Tan kaget."Maaf, maksud tadi itu saya ingin mengajak Anda ngobrol..."
Sang supir taksi menarik napas, "Masalahnya begini, hari ini saya pertama kali jadi supir taksi dan Bapak adalah penumpang pertama.."
Om Tan bingung sebentar, lalu memakluminya, "oh...bapak baru bisa nyetir, atau bagaimana...?"
Sopir, "Bisa nyetir sudah lama, Pak."
Om Tan, "O ya? Bagus kalau begitu. Dulu nyetir mobil apa?"
"Mobil jenazah..." jawab sopir taksi.